ASSALAMUALAIKU
Sebelum kita mulai cerita ini, kita kenalan dulu yuk sama
tokoh – tokoh dalam cerita ini
Ana Wahyuni
Anak yang lahir pada
tanggal 17 Maret 2000 ini biasa dipanggil Ana. Dialah tokoh utama dalam cerita
ini. Sekarang ia duduk di kelas 5A Sekolah Academy Grande. Anaknnya lucu, imut,
suka membuat cerita, dan suka berkhayal. Walaupun anaknya imut dia paling takut
kalau dengan namanya Hantu. Pokoknya dalam hantu dia paling takut . Ana punya
seorang adik perempuan, namanya Dewi.
Lisa Carthway
Teman baru Ana ini biasa dipanggil dengan Lisa C. Dia
sekelas dengan Ana, Lusi, Anisa, Alexander, Stefani, Angel, dan Selena. Anaknya lucu,
periang, baik hati dan tidak sombong.
Anisa, Alex, Lusi, Stefani,
Angel, Selena
Mereka berenam adalah teman – teman Ana dan Lisa. Mereka juga
ikut
bermalam di sekolah. Anisa orangnya cute. Lusi, Stefani, Angel adalah sahabat
yang paling gak pernah bertengkar, cara membedakannya, kalau Lusi selalu
memakai yang serba ·pink·, Stefani
selalu memakai pakain yang berwarna hitam dan kuning ke emasan, dan Angel
berpakaian serba merah, Selena selalu memakai yang berwarna hijau. Kalau Alex
sih orangnya ganteng banget, tapi sayang dia selalu bermain sama anak
perempuan.
Welcome to the my School
Hi, ini adalah pertamaku
pindah ke kelas yang lain sekarang aku sudah bukan kelas 4 sd lagi tetapi sudah
kelas 5 sd. Aku duduk disebelah anak perempuan yang kelihatannya cukup kaya. Oh
ya, aku sedih karena aku harus berpisah dengan sahabat karibku yaitu, Veronica
and Felly itu loh yang dijuluki dengan ·plagiat Felly Cherry Belle·. Mau
tau kenapa karena dia tidak bersekolah di sekolah itu lagi. Kalau Veronica
bersekolah di sekolah SD Elit yang paling terkenal di Jakarta, dan kalau Felly
itu bersekolah di SD Academy for Drawing. “Hello and good morning student.’’
Ujar Miss Berlyana, guru bahasa inggris kami. “Good morning Miss.’’ Ujar
seluruh siswa kelas. Kebetulan pelajaran hari ini ada pelajaran Bahasa Inggris
itu loh, mata pelajaran yang aku sukai. “Today we learn English. Ada yang tau
artinya?’’ ujar Miss Berlyana. “I’m Miss. Artinya hari ini kita belajar bahasa
inggris. Betul tidak Miss?’’ ujar Ana. “Yes. Exactly once. You are very
clever.’’ujar Miss Berlyana, yang hanya terdiam senyum. Belajar bahasa inggris
pun dimulai Miss Berlyana menyuruh kami mengerjakan latihan halaman 21 bagian
piihan ganda. Tettt..... BEL Istirahat pun tiba, aku kenalan sama 7 anak
perempuan dan 1 anak laki – laki. “Hy, My name is Ana. What is your name?’’
ujar Ana yang masih gugup berkenalan sama mereka. “Oh, my name is Lisa, Anisa,
Lusi, Alexander, Stefani, Angel, dan Selena.’’ujar mereka bergantian. “Let’s
plays?’’ ujar Ana yang sok kebisaan berbahasa inggris. “OK” ujar Anisa yang
bergegas beranjak dari kursi, kami menuruni tangga yang cukup jauh. Dan kamipun
bermain petak umpet. Kami melakukan gunting-batu-kertas, ya Alexander yang
jaga. Kami pun bergegas mencari persembunyian yang aman. Lusi dan Anisa yang
bersembunyi dibalik pintu gerbang, Lisa dan Stefani bersembunyi di dekat gudang
dan toilet dan Angel, Ana dan Selena bersembunyi di dekat tangga. 100 hitungan
pun selesai, Alexander pun mencari mereka. Dan ketika Alexander beranjak
mencari mereka, tiba - tiba Stefani berteriak histeris. Sampai mengagetkan
seluruh siswa di sekolah dan guru-guru.
“Haaaaaaaaaaaaa....................”ujar Stefani yang habis itu wajahnya
menjadi pucat. “Stefani are you Ok?’’ujar Lisa yang hanya melihat Stefani.
“Tadi
ku lihat ada anak perempuan yang memakai gaun putih, bermahkota putih, berambut
pirang dan membawa foto
Ana.’’ujar Stefani yang tak lama
kemudian badannya mulai melemas dan gemeteran. “Ada apa Stef,
kelihatannya takut sih, emangnya tadi kamu lihat apa?’’ ujar Ana yang sesaat
itu melihat mata Ana yang melihat ke arah halaman belakang. Tak lama kemudian
Lisa juga terjadi apa yang dilakukan Stefani tadi, dan langsung Lisa jatuh
pingsan dan langsung dibawa ke ruang UKS “Ayo teman-teman kita gotong Lisa
keruang UKS!’’ujar Anisa. “Kenapa ya, belakangan ini banyak kejadian aneh yang
kalian sebutkan anak – anak yang pake gaun putih, bermahkota putih, berambut
pirang dan memegang fotoku? ujar Ana yang
tiba-tiba membuat Anisa kebelet pipis. “Friend, aku mau ke toilet dulu ya,
cuman mau pipis kok gak akan lama....!’’, tak lama kemudian Anisa telah sampai
ke toilet. “Ah, lega.’’ujar Anisa yang kemudian mendengar suara aneh. “kresek,
kresek. Tolong-tolong, tolong aku Anisa aku gak tahan lagi mau mengatakan sama
Ana, kamu tolong beritahu Ana.’’suara itu yang terdengar bergema di sebelah
toilet yang aku tempati. Tak lama kemudian Anisa berteriak histeris,
“Aaaaaa.......... tolong!’’ dan habis Anisa berbicara dia langsung jatuh
pingsan. “Hah, itu kan suara Anisa. Aku (Ana),Lisa,dan Angel langsung bergegas
mencari Anisa, yang habis itu ketemu. “Astagfirullah. Anisa. Tolong – tolong,
dan penjaga UKS pun datang.’’ujar Bu Iis, yang kemudian memanggil guru-guru
lain. Tak lama kemudian Stefani dan Anisa bangun dengan serempak. “Kok mereka
bangunnya serempak.?’’ujar Ana yang hanya terdiam bengong. “So amazing,
keajaiban, very good.’’ujar Lisa yang hanya tersenyum kecil. Tak lama kemudian
tanda
BEL masuk berbunyi. Seluruh siswa masuk ke kelasnya masing – masing. “Heh, hari
yang melelahkan dengan kejadian tadi. Pelajaran selanjutnya adalah pelajaran
Matematika. “kalian tahu berapa hasil dari 20 x 10 + 5 – 30” ujar Miss Darla,
“Saya miss, hasilnya adalah 175, betul kan miss?” ujar Ana. “betul, kamu pintar
Ana, cepat sekali kamu menghitungnya” ujar Miss Darla. Dan sesudah aku menjawab
pertanyaan itu, Angel berteriak dan mengagetkan seluruh isi kelas.
“Aaaaaaaaaaaa, ada hantu yang membawa foto Ana...!” dan Angel pun dikasih minum
sama Miss Darla. “kenapa ya, hari ini aneh banget ada anak perempuan yang
memakai gaun putih, bermahkota putih, berambut pirang dan membawa fotoku?” ujar
Ana didalam hatinya.
Bermalam
di Sekolah
Ana, Lisa, Anisa, Lusi, Alexander,
Stefani, Angel, dan Selena pergi kesekolah untuk bermalam disana(mumpung satu
minggu ini libur) . Dia (Ana) mengajak teman –temannya bermalam
disekolah (mau tau kenapa, karena teman - temnnya mau membuktikan kepada Ana
tentang misteri foto tersebut ). Ana pun setuju kalau teman-temannya benar dan
dia tidak bohong Ana akan mengasih uang kepada teman-temannya sebesar Rp.
5.000-, , dan kalau temannya bohong, teman-temannya harus membayar 2 kali lipat
dari harga tersebut. Tak lama kemudian, Lisa dan Stefani kebelet mau pipis, ya
wajar aja Lisa dan Stefani takut, karena ditempat itu toiletnya angker, kata
orang – orang sekitar toilet itu pernah ada anak kelas 6 bunuh diri karena di
marahi terus sama Ibu Gurunya dan katanya dia bunuh diri pas hari ulang
tahunnya, dan dia memakai gaun putih, mahkota putih. “ Ana temenin kita dong,
kita takut sendirian ke
toilet. ’’ ujar Lisa. “ enggak ah, kalian aja kalau ditambah aku jadi 3 kan,
itukan bilangan ganjil, kata mitos kalau kita pergi malam – malam cuman bertiga
salah satu dari kita akan di ambil ama hantu loh.’’ Ujar Ana. “ Ya udahlah, aku
sama Stefani aja yang ke toilet.’’ Tak lama kemudian, Lisa dan Stefani bergegas
pergi mencari – cari toilet akhirnya ketemu juga. “Lisa, cepat sedikit dong,
aku gak tahan lagi mau pipis!’’ujar Stefani. tiba – tiba Lisa menjerit
histeris. “Lis, kamu gak apa – apakan?’’ujar Stefani “Tolong, Stefani tolong
aku, aku gak kuat lagi.’’ujar Lisa “Gak kuat kenapa?’’ ujar Stefani tak lama
kemudian Lisa keluar dari toilet tersebut. “Tadi aku liat ada anak – anak
perempuan
memakai gaun putih, memakai mahkota putih, berambut pirang membawa foto Ana.’’
Ujar Lisa. Lalu mereka berlari
sekencang mungkin sampai sendal Stefani putus. “Bagaimana nih, sendal ku
putus?’’ ujar Stefani “nih, pake sendal ku aja.’’ Ujar Lisa. Mereka pun menemui
Ana yang sedang tidur pulas. “Ana, Ana bangun, bangun’’ ujar serempak Lisa dan
Stefani. “Ada apa sih, malam – malam gini bangunin aku, tau gak aku paling
benci kalau ada orang yang bangunin aku ketikamalam, ngerti.’’ Ujar Ana. “Iya,
maaf. Oh iya, tadi aku lihat ada anak memakai memakai gaun putih, bermahkota
putih, berambut pirang dan membawa foto
kamu, An.’’ Ujar Lisa. “Masak sih, mana ada malam – malam gini ada anak memakai
gaun putih dan membawa fotoku, kalian itu jangan bohong deh, sudahlah aku mau
tidur lagi, awas kalian bangunkan aku lagi, akan ku jitak nanti!’’ ujar Ana.
Satu jam kemudian Lisa melihat lagi anak – anak yang tadi ia lihat di toilet.
“Stef, stef, bangun tadi aku lihat lagi anak yang memakai gaun dan memegang
foto si Ana. ujar Lisa “ Masak sih, ah mungkin kamu itu salah lihat, ya kan?’’
ujar Stefani yang matanya seperti orang buta karena ngantuk. “Enggak ini
beneran loh.’’ Ujar Lisa “Ya, ya ya udah deh ·Good Night·’’ ujar Stefani
yang kemudian tertidur pulas kembali. “Stef, Stef, ya dianya tidur. Kok di gak
percaya apa kataku sih, ah besok aja deh dilanjuti aku mau tidur kembali!’’
ujar Lisa yang akhirnya kembali tidur dengan pulas. Keesokan harinya yang
pertama bangun adalah Alexander, kemudian Aku, Lisa, Selena, Angel dan yang
terakhir adalah Stefani. “ aku mau mandi ah, gerah.” Ujar stefani yang sedang
mengambilhanduk dan baju gantinya. Stefani pun menuju toilet. Hiks, hiks, hiks,
hiks, tolong a,aku gak kuat lagi. Suara siapa itu, “aaaaaaaaaaaa” stefani yang
berteriak dan menuju perkemahan tadi. “Tolong tadi aku mendengar ada anak yang
menangis dan ingin meminta tolong. “heh, kanapa sih sekolah ini banyak banget
kajadian-kejadian mistis?” dan karena gak kuat lagi, mereka pun kambali pulang.
Dan tidak jadi mengajak ngasih uangnya.
Bercerita
tentang foto tersebut
Kesokan harinya, aku dan teman – temanku pulang kerumahnya
masing – masing. Tak lama kemudian Ana memanggil Lisa dan Lusi, kebetulan
mereka juga mau bermain. Mereka bersama – sama memanggil temannya yang lain.
“Lisa, Lusi ayo kita panggil temen – temen yang lain!’’ ujar Ana. “·Okkie
Dokkie·. Mirip Linzy kan, Ha...Ha...Ha... (narsis amat ya )’’ ujar Lisa dan
Lusi. “ya
ampun, mirip Linzy, dalam mimpi aja kali. Ha.... Ha..... Ha......’’ ujar Ana
yang setelah itu tertawa terbahak-bahak. Tak lama kemudian mereka bertemu
dengan Stefani, dan Angel yang kebetulan lagi di warung Mpok Sur. “Stefani,
Angel. Hi’’
ujar Lisa yang habis itu berlari dengan kencang sampai warung Mpok Sur.
“Mpok......, beli keripik sama es ·pop ice ·dong!’’ ujar Ana. “Iya – iya
tapi gak ada es batunya cuman ada air dingin aja, gak apa – apa ya, neng?’’
ujar Mpok Sur. “Iya mpok, gak apa – apa kok.’’ Ujar Ana yang sedang memakan
keripik belian di Mpok Sur, tak lama kemudian Mpok Sur memanggilku. “Neng,
Neng. Ini esnya.’’ Ujar Mpok Sur yang kemudian mengambil uangnya di tanganku.
“Eh, kita ke sana aja tuk sambil makan keripik dan minum es.’’ujar Ana.’’ dan
tak lama kemudian datanglah Alex, Anisa,dan Selena. Eh, semalem kok aneh banget
ya? Ujar Selena.